Pembelajaran Daring Di Tengah Pandemi

Spread the love

Munculnya pandemi virus corona sudah membuat perubahan yang sangat signifikan. Mulai semua aspek dan juga dari segala bidang yang ada di masyarakat seperti bidang pendidikan, ekonomi, politik dan lain-lain, semua itu berubah sejak munculnya pandemi virus corona. Dan pandemi virus ini membuat dunia pendidikan berubah sangat drastis dari mulai SD hingga Universitas.

Pendidikan di Masa Pandemi Virus Corona

Keadaan dunia pendidikan di masa pandemi virus corona mengubah pola perilaku masyarakat seperti contohnya adalah roda organisasi, proses sosial, interaksi sosial, lembaga sosial, kebudayaan, kepemimpinan menghadapi sebuah kekuasaan dan lain-lain. Hal tersebut merupakan dampak yang diberikan dari kemunculan pandemi virus corona.

Dampak perubahan bidang pendidikan tidak terjadi hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Perubahan yang sangat terlihat dimana semua siswa bahkan mahasiswa harus melakukan pembelajaran dengan melalui media online seperti Zoom, WhatsApp, Google Classroom, Google Meet, Youtube Streaming dan masih ada banyak media pembelajaran online lainnya.

Kebijakan yang muncul untuk melakukan pembelajaran melalui media online merupakan keputusan yang diambil oleh Menteri pendidikan sebagai tujuan untuk memutuskan penularan dan penyebaran virus corona. Keputusan ini diberikan saat pemerintah sudah mengumumkan ada warga negara Indonesia yang terpapar virus corona.

Perubahan proses pembelajaran ini memaksa semua orang harus cepat beradaptasi karena ini merupakan jenis perubahan yang sangat mendadak (culture shock). Perubahan yang mendadak ini tidak membuat dari pihak siswa merasa terbebani, dari pihak pengajar pun mau tidak mau harus bisa menguasai teknologi agar bisa memberikan pengajaran untuk para siswanya.

Namun dari perubahan ini, masyarakat bisa melihat kecanggihan teknologi di zaman sekarang. Dimana meskipun tidak bertemu secara langsung, ada banyak media yang bisa membuat video call dalam jumlah anggota yang banyak, sehingga seolah-olah antara satu sama lain seperti bertemu secara langsung.

Pada awal pembelajaran online yang mendadak ini, tidak semua bisa langsung beradaptasi. Tidak sedikit juga antara pengajar dan siswa bingung bagaimana cara mengoperasikan media online. Dan ini juga sangat kurang efektif bagi siswa dan pengajar. Bahkan kini setelah lebih dari setengah tahun, masih tetap banyak orang tua yang mengeluhkan tentang pembelajaran online ini.

Menurut orang tua, anak-anak justru menjadi tidak paham dengan materi yang diberikan pengajar secara online. Dan banyak juga orang tua yang mengeluhkan bahwa mereka cape harus membimbing anak-anak ketika pembelajaran online. Namun mau tidak mau para orang tua harus lebih sabar lagi, karena kebijakan ini tidak tahu akan sampai kapan.

Mengingat bahwa virus corona dengan sangat mudah menyebar, dan juga belum ada penurunan jumlah korban atau belum ada vaksin corona, kemungkinan besar pembelajaran daring seperti ini akan dilanjut sampai benar-benar virus corona hilang. Namun untuk daerah yang zona hijau, bisa melalukan pembelajaran langsung dengan syarat sudah meminta persetujuan dari pihak orang tua siswa.

Alasan mengapa sekolah dan universitas ditutup, karena disitulah ada banyak interaksi sosial yang aktif dan banyak tempat berkumpul. Seperti kantin yang selalu ramai, perpustakaan, kelas, tempat organisasi dan banyak lainnya. Hal ini lah yang membuat dunia pendidikan bisa menjadi klaster terbaru dari penyebaran virus corona. Karena dari tempat berkumpul yang ada di dunia pendidikan itu lah virus corona akan cepat menyebar. Ini juga yang meresahkan bagi orang tua siswa.